PHE Teken 62 Confidentiality Agreement untuk Lelang KSOT Struktur/Area Migas Batch 1 Tahun 2026
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menandatangani Confidentiality Agreement (CA) dengan Elnusa serta sejumlah mitra potensial lainnya dalam rangka mendukung kelanjutan proses lelang reguler dan non-reguler struktur/area migas Batch 1 Tahun 2026 melalui skema Kerja Sama Operasi dan/atau Teknologi (KSOT) sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Sebanyak 62 Confidentiality Agreement dari total 24 calon mitra KSOT ditandatangi pada Kamis (21/5/2026).
Penandatanganan Confidentiality Agreement ini
menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penjajakan dan evaluasi awal
terhadap calon mitra strategis yang berminat untuk berpartisipasi dalam pengembangan
struktur/area prospektif yang dikelola PHE.
Adapun beberapa perusahaan yang turut menjadi
bagian dalam penandatanganan CA tersebut merupakan perusahaan nasional dan luar
negeri, diantaranya adalah PT Elnusa Tbk, PT Baker Hughes Indonesia, Nations
Petroleum, Fluxus Holding S.A., Shandong Kerui Petroleum Technology co.,ltd.,
dan lain-lain.
Dalam kesempatan tersebut Koordinator
Pengawasan Eksploitasi Migas Direktorat Jenderal Migas, Ma'ruf Afandi,
menyampaikan bahwa langkah ini merupakan perkembangan positif dalam
implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 sekaligus mencerminkan
keberlanjutan proses lelang yang dilakukan secara fair, transparan, dan
kompetitif.
“Penandatanganan Confidentiality Agreement ini
merupakan upaya pemerintah untuk bisa meningkatkan produksi migas seperti yang
diharapkan,” ujarnya.
Sementara itu Direktur Investasi dan
Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro, menyampaikan bahwa PHE
berkomitmen menjalankan amanat Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 melalui proses
pemilihan mitra strategis yang dilakukan secara prudent dan profesional.
“Penandatanganan Confidentiality Agreement untuk jalur Reguler maupun
Non-Reguler merupakan terobosan besar pertama dari rangkaian proses tender KSOT
yang dilaksanakan PHE di tahun 2026,” ujarnya.
Lebih lanjut Dannif menuturkan, melalui proses
lelang ini PHE membuka pintu gerbang bagi para calon mitra untuk mengakses data
teknis dan subsurface secara legal, aman, dan transparan. Kami percaya bahwa
data yang akurat adalah kunci utama bagi para calon mitra untuk merumuskan
proposal teknis yang inovatif, rencana kerja yang tajam, serta struktur
komersial yang efisien dan saling menguntungkan.
Melalui skema imbal jasa yang kompetitif dan
fleksibe, baik dalam koridor Cost Recovery maupun Gross Split sebagaimana
diatur dalam Permen ESDM Nomor 14 Tahun
2025, Pertamina ingin memastikan bahwa kerja sama ini akan menjadi kemitraan
jangka panjang yang sehat, memberikan kepastian investasi bagi mitra, serta
memberikan nilai tambah yang maksimal bagi negara.
"Proses pelelangan Batch-I ini barulah
awal dari komitmen besar kita di tahun 2026. Ini menjadi bukti nyata dari tekad
bulat kita untuk bersama-sama mendorong produksi migas Indonesia ke level
tertinggi," tutup Dannif.(*)